Visa Haji untuk Warga Negara Indonesia

Visa Haji merupakan dokumen resmi yang wajib dimiliki oleh setiap jamaah Haji Indonesia sebelum melaksanakan ibadah suci ke tanah suci. Visa Haji dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia dan hanya berlaku selama musim Haji, dengan masa tinggal terbatas sesuai dengan ketentuan pemerintah Arab Saudi.

Untuk mendapatkan visa Haji, calon jamaah harus memenuhi berbagai persyaratan administratif dan kesehatan yang telah ditetapkan, serta terdaftar resmi dalam kuota Haji Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelajari informasi penting terkait visa Haji di artikel ini.
Daftar isi:
- Kuota Haji Indonesia 2025
- Persyaratan Visa Haji untuk Warga Negara Indonesia
- Jenis Visa Haji untuk Warga Negara Indonesia
- Perbedaan Visa Haji dan Visa Turis
- Proses Registrasi Haji untuk WN Indonesia
- Dokumen yang Dibutuhkan untuk Permohonan Visa Haji
- Syarat Foto Visa Haji
- Dapatkan Foto Visa Arab Saudi Online
- Aplikasi Foto Visa Arab Saudi
- Tanggal Haji 2025
Kuota Haji Indonesia 2025
Total kuota Haji Indonesia untuk tahun 2025 telah ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Dari jumlah tersebut, 203.320 jemaah dialokasikan untuk Haji reguler, sementara 17.680 jemaah untuk Haji khusus.
Kuota Haji reguler juga dibagi berdasarkan provinsi, dengan prioritas diberikan kepada jemaah lanjut usia dan petugas Haji. Setiap provinsi mendapatkan alokasi tertentu sesuai dengan kebutuhan dan populasi.
Berapa lama waiting list Haji reguler? Masa tunggu atau waiting list untuk Haji reguler di Indonesia bisa sangat bervariasi, mulai dari 11 hingga 47 tahun, tergantung pada wilayah pendaftar.
Persyaratan Visa Haji untuk Warga Negara Indonesia
Kriteria Kelayakan Umum
- Hanya Muslim yang taat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan visa Haji. Non-Muslim tidak dapat menunaikan ibadah Haji atau memasuki Mekah.
- Pemohon harus berusia minimal 18 tahun. Anak di bawah 18 tahun harus bepergian dengan orang tua atau wali yang sah.
- Jemaah yang berusia di bawah 65 tahun harus sudah divaksinasi penuh terhadap COVID-19 dengan vaksin yang diakui secara internasional. Asuransi kesehatan yang mencakup perawatan terkait pandemi adalah wajib.
- Pendaftar harus menunjukkan kemampuan finansial untuk menutupi biaya Haji.
- Jamaah harus mampu secara fisik untuk melakukan ritual Haji.
Persyaratan Khusus untuk Wanita
- Wanita di bawah 45 tahun harus ditemani oleh mahram (wali laki-laki seperti ayah, saudara laki-laki, atau suami).
- Wanita berusia di atas 18 tahun dapat melakukan perjalanan tanpa mahram jika menjadi bagian dari kelompok wanita yang terorganisir dan memiliki Surat Pernyataan Tidak Keberatan yang ditandatangani oleh mahram mereka.
Jenis Visa Haji untuk Warga Negara Indonesia
Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin melaksanakan ibadah Haji memiliki beberapa jenis visa yang dapat dipilih. Berikut adalah jenis-jenis visa Haji yang tersedia:
- Visa Haji Reguler: Visa ini adalah jenis visa resmi yang dikeluarkan untuk jemaah Haji yang mendaftar melalui Kementerian Agama. Masa tunggu keberangkatannya tergantung pada nomor porsi. Pendaftaran dilakukan melalui Kementerian Agama, kemudian dilanjutkan ke Kedutaan Besar Arab Saudi.
- Visa Haji ONH Plus: Jenis visa ini diperoleh melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan memiliki masa tunggu antara 5 hingga 7 tahun. Jemaah harus mendaftar melalui agen travel PIHK, kemudian ke Kementerian Agama, dan terakhir ke Kedutaan Besar Arab Saudi.
- Visa Haji Furoda: Ini adalah visa undangan dari pemerintah Arab Saudi yang tidak terikat pada kuota nasional. Proses pengurusannya lebih cepat, biasanya bisa diterbitkan dalam waktu 7 hingga 10 hari sebelum wukuf. Pendaftaran dilakukan melalui agen travel PIHK, dan tidak ada masa tunggu keberangkatan seperti pada dua jenis visa sebelumnya.
Semoga penjelasan di atas menjawab pertanyaan apa itu Haji plus dan Haji furoda.
Perbedaan Visa Haji dan Visa Turis
Visa Haji dan visa turis memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam hal tujuan penggunaan dan persyaratan. Berikut adalah rincian perbedaan antara keduanya:
Visa Haji
Apa yang dimaksud visa Haji? Apa bedanya dengan visa lain?
- Tujuan: Dikhususkan untuk jemaah yang ingin melaksanakan ibadah Haji di Makkah. Hanya visa ini yang sah untuk melakukan ibadah Haji.
- Masa berlaku: Hanya berlaku selama musim Haji, dengan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
- Proses pengajuan: Harus melalui Kementerian Agama dan disetujui oleh Kedutaan Besar Arab Saudi. Jemaah harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk pendaftaran resmi.
- Pengawasan ketat: Pemerintah Arab Saudi menerapkan pengawasan ketat terhadap penggunaan visa Haji untuk mencegah penyalahgunaan, seperti penggunaan visa non-Haji untuk tujuan Haji.
Visa Turis
- Tujuan: Diberikan untuk kunjungan wisata ke Arab Saudi. Meskipun pemegang visa turis dapat mengunjungi Makkah dan Madinah, mereka tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah Haji atau umrah.
- Masa berlaku: Visa turis dapat berlaku selama satu tahun dengan multiple entries, memungkinkan pemegangnya untuk melakukan perjalanan ke berbagai kota di Arab Saudi.
- Proses pengajuan: Proses pengajuan lebih fleksibel dibandingkan dengan visa Haji dan tidak memerlukan pendaftaran resmi melalui Kementerian Agama.
- Fleksibilitas: Pemegang visa turis dapat melakukan perjalanan ke banyak lokasi di Arab Saudi tanpa batasan waktu yang ketat, asalkan tidak melakukan ibadah Haji.
Penggunaan visa yang tepat sangat penting untuk memastikan kelancaran perjalanan dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di Arab Saudi. Apakah visa turis bisa untuk Haji? Apakah visa syakhsiyah bisa untuk Haji? Tidak, hanya visa Haji yang sah untuk melaksanakan ibadah Haji, sementara visa turis ditujukan untuk tujuan wisata tanpa kegiatan ibadah. Ditambah, DPR sepakat Haji tidak sah tanpa visa resmi.
Proses Registrasi Haji untuk WN Indonesia
Proses registrasi Haji untuk Warga Negara Indonesia (WNI) melibatkan beberapa langkah penting yang harus diikuti. Sebagai contoh, berikut adalah tahapan dan persyaratan dalam cara buat visa Haji reguler:
Persiapan dokumen penting
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Kartu Keluarga (KK)
- Akte kelahiran atau dokumen identitas lainnya
- Paspor (jika belum memiliki, harus diurus di kantor imigrasi)
Membuka rekening tabungan haji
- Kunjungi bank yang menyediakan layanan tabungan haji, seperti Bank Syariah Indonesia atau Bank Muamalat.
- Setor dana awal minimal sekitar Rp 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi haji.
- Setelah membuka rekening, Anda akan menerima bukti setoran awal.
Pendaftaran di kantor Kementerian Agama (Kemenag)
- Bawa dokumen yang telah disiapkan, termasuk bukti setoran awal, ke kantor Kemenag kabupaten atau kota setempat.
- Petugas akan memverifikasi dokumen dan memberikan nomor porsi haji, yang menunjukkan antrean keberangkatan Anda.
Mengisi formulir pendaftaran haji
- Setelah semua proses selesai, Anda akan menerima lembar bukti pendaftaran yang berisi nomor porsi pendaftaran. Pastikan untuk menyimpan bukti ini dengan baik.
Sementara untuk Haji Furoda, cara daftar Haji 2025 adalah dengan hubungi agen perjalanan Haji terpercaya yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, pendaftaran visa Haji dapat dilakukan di aplikasi Saudi Visa Bio tanpa harus mengunjungi Kedutaan Besar Arab Saudi sebagai pihak yang mengeluarkan visa Haji. Cara mendaftar atau cara membuat bio visa Haji 2025 adalah:
- Setelah terinstal, buka aplikasi dan pilih bahasa yang diinginkan.
- Klik ikon di pojok kanan atas dan pilih "Mulai Pendaftaran Mandiri".
- Bacalah syarat-syarat yang tercantum dan beri tanda centang untuk melanjutkan.
- Masukkan alamat email Anda dan klik "Kirim Email". Cek email untuk melakukan verifikasi.
- Klik "Pindai Paspor" dan scan paspor Anda, lalu pilih "Lanjutkan". Pastikan data paspor sudah benar.
- Pada kolom Kedutaan Besar, pilih "Indonesia/Jakarta".
- Klik "Mulai Tangkapan Wajah" untuk memulai pemindaian wajah Anda.
- Pilih "Mulai Pemindaian Sidik Jari". Ikuti instruksi untuk memindai sidik jari dari kedua tangan (jempol kiri, empat jari kiri, jempol kanan, empat jari kanan).
- Setelah semua pemindaian selesai, konfirmasikan data Anda dan klik "Lanjutkan".
- Proses perekaman selesai, dan Anda akan menerima email konfirmasi mengenai hasil biometrik.
Jika Anda berpikir, berapa harga pembuatan visa Haji? Biaya visa sebesar SAR300 untuk setiap jemaah sudah termasuk dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Permohonan Visa Haji
Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin menunaikan ibadah Haji, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan visa Haji. Visa ini dibedakan menjadi dua jenis: visa Haji reguler dan visa Haji furoda. Berikut adalah rincian persyaratan untuk masing-masing jenis visa:
1. Visa Haji Reguler
Visa ini diberikan kepada jemaah yang terdaftar dalam kuota Haji yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Persyaratan umumnya meliputi:
- Paspor asli: Masa berlaku minimal enam bulan sebelum keberangkatan.
- Formulir permohonan visa Haji yang disediakan oleh Kementerian Agama.
- Foto pribadi
- Bukti vaksinasi meningitis dan vaksinasi lain yang diperlukan.
- Bukti hubungan (untuk wanita dan anak-anak): Harus didampingi oleh Mahram, dengan bukti hubungan seperti akta nikah atau akta kelahiran.
Selain dokumen, perlu diketahui bahwa biaya yang perlu dikeluarkan oleh jemaah Haji reguler tahun 2025 adalah Rp55,43 juta. Biaya visa Haji reguler 2025 sendiri sudah termasuk dalam biaya ini.
2. Visa Haji Furoda
Visa ini diperuntukkan bagi jemaah yang mendapatkan undangan dari Pemerintah Arab Saudi dan tidak termasuk dalam kuota pemerintah Indonesia. Persyaratan untuk visa Haji furoda adalah sebagai berikut:
- Paspor asli: Dengan masa berlaku minimal 12 bulan sebelum jadwal keberangkatan.
- Menyiapkan uang muka sekitar $5.000 (sekitar Rp 81.210.500) untuk mengamankan slot keberangkatan.
- Dokumen pendukung: Fotokopi akta kelahiran, KTP, kartu keluarga, dan buku nikah (jika sudah menikah).
- Foto berwarna: 20 lembar foto ukuran 3x4 dan 15 lembar foto ukuran 4x6 dengan latar belakang putih.
- Surat pernyataan: Mengisi surat pernyataan yang diperlukan.
- Kartu vaksin meningitis: Menyertakan kartu vaksin yang sah.
Syarat Foto Visa Haji
Untuk pengajuan visa Haji bagi Warga Negara Indonesia, terdapat syarat khusus terkait foto yang harus dipenuhi. Berikut adalah rincian syarat foto untuk visa Haji:
- Ukuran foto: 5x5 cm (2x2 inci) dan 4x6 cm atau sesuai dengan jumlah lembar yang diminta
- Foto harus memiliki latar belakang putih.
- Foto harus berwarna dan jelas, dengan 80% wajah terlihat. Pastikan tidak ada bayangan atau objek lain yang mengganggu tampilan wajah.
- Ekspresi wajah harus netral dan formal, tanpa senyuman berlebihan.
- Bagi wanita, diwajibkan menggunakan jilbab atau penutup kepala sesuai dengan ketentuan agama, tetapi wajah tetap harus terlihat jelas.
- Foto harus diambil dalam enam bulan terakhir untuk memastikan bahwa penampilan masih akurat.
Berikut adalah contoh foto:

Dapatkan Foto Visa Arab Saudi Online
Karena syarat foto visa Arab Saudi spesifik dan berbeda dari foto visa lain, cara terpercaya untuk membuat foto visa ini adalah dengan menggunakan alat penyunting foto visa daring. Dengan Visafoto, Anda bisa membuat foto visa Arab Saudi dari manapun di dunia!
Ambil foto dengan smartphone atau kamera dengan latar belakang apapun. Unggah foto tersebut ke perangkat ini, dan dapatkan foto kelas profesional untuk visa, paspor, atau ID Anda.
Contoh foto yang dapat Anda unggah:

Gunakan alat penyunting foto visa Arab Saudi kami untuk mendapatkan hasil dengan cepat. Unggahlah foto yang menunjukkan seluruh wajah dengan pencahayaan yang baik. Visafoto akan mengatur ukuran dan format sesuai syarat, mengganti latar belakang menjadi putih polos, dan meningkatkan kualitas foto Anda. Hasil foto dari kami 100 persen dijamin sesuai syarat foto visa Arab Saudi.


Aplikasi Foto Visa Arab Saudi



7ID merupakan aplikasi unggulan untuk menciptakan foto visa Arab Saudi yang sesuai dengan persyaratan resmi. Berbeda dengan visa negara lain, visa Arab Saudi memiliki spesifikasi foto yang sangat khusus, sehingga dibutuhkan alat penyunting foto yang terpercaya.
Dengan 7ID, Anda dapat mengambil foto menggunakan smartphone atau kamera dengan latar belakang apapun, kemudian mengunggahnya ke aplikasi kami. Dalam hitungan detik, 7ID akan secara otomatis mengatur ukuran dan format sesuai syarat, mengganti latar belakang menjadi putih polos, serta meningkatkan kualitas foto Anda.
Aplikasi 7ID menjamin 100 persen hasil foto yang sesuai dengan persyaratan resmi visa Arab Saudi, sehingga Anda bisa menghemat waktu dan biaya tanpa perlu mengunjungi studio foto profesional.
Tanggal Haji 2025
Jadwal Haji untuk tahun 2025 bagi jemaah Indonesia telah ditetapkan sebagai berikut:
- 1 Mei 2025 (3 Dzulqa'dah 1446): Jemaah Haji mulai memasuki asrama Haji di seluruh Indonesia.
- 2 hingga 16 Mei 2025 (4-18 Dzulqa'dah 1446): Pemberangkatan jemaah Haji gelombang I dari Indonesia menuju Madinah.
- 17 hingga 31 Mei 2025 (19 Dzulqa'dah - 4 Dzulhijjah 1446): Pemberangkatan jemaah Haji gelombang II dari Indonesia menuju Jeddah.
- 31 Mei 2025 (4 Dzulhijjah 1446): Batas akhir kedatangan jemaah Haji di Arab Saudi.
- 4 Juni 2025 (8 Dzulhijjah 1446): Pemberangkatan jemaah Haji dari Makkah menuju Arafah.
- 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah 1446): Pelaksanaan Wukuf di Arafah, yang merupakan puncak ibadah Haji.
- 6 Juni 2025 (10 Dzulhijjah 1446): Hari Raya Idul Adha.
- 9 Juni 2025 (13 Dzulhijjah 1446): Hari Tasyrik III dan akhir pelaksanaan ibadah Haji.